Thoughts about Love

Sebenarnya gue udah janji sama diri gue sendiri untuk gak  nulis yang berbau cinta di dalam blog ini, karena pertama, gue menganggap berbagi kisah cinta disini adalah hal sangat memalukan, kedua, buat gue sudah gak pantes aja nulis cinta2an di umur yang bisa dibilang sudah tidak muda lagi. intinyaa mah.. urusan cinta adalah urusan pribadi hanya di share ke orang2 terdekat dan bukan untuk konsumsi publik (dan blog gue masuk ke konsumsi publik), tetapi sepertinya gue akan mematahkan janji yang gue buat sendiri. ibu galau banget bu? ngga juga, di umur segini kata “galau” jadi terdengar sangat konyol, tapi sampai sekarangpun gue gak menemukan kata yg tepat yg lebih elegan untuk mengantikan kata “galau” itu sendiri.

semakin bertambahnya umur kita semua tau klo cara pandang, pola pikir kita terhadap sesuatupun juga ikut berubah, termasuk dalam pandangan kita terhadap kata ini, cinta. Tuhan itu selalu punya caranya sendiri memperlihatkan kehidupan dan merubah cara pikir kita dalam hitungan detik. jujur gue adalah 1 dari jutaan wanita di dunia yang selalu jatuh cinta dengan kejujuran seseorang, ya iyalah semuanya juga gtu tp bedanya gue adalah tipe wanita yang “Tell me every terrible thing you did, and let me love you anyway” yes I fall in love with bad side of someone that I loved.  terlihat bodoh yaa? tapi gue punya alasan sendiri dalam hal ini.  Buat gue jatuh cinta adalah sebuah kondisi dimana kita menerima segalanya, A life grows by imperfection not perfection, begitupun dengan cinta

cara pandang seperti itu sudah berjalan selama hidup gue, tetapi berkali2 dekat dengan seseorang gue gak pernah kapok dengan jatuh cinta dengan cara seperti ini dan juga  berkali2 jatuh di lubang yang sama. those men just runaway setelah gue sudah menerima segala.. ya segalanya… apa yang salah? let be selfish, sangat sedikit ada wanita yang bisa menerima buruk dan baiknya seorang pria dengan cara seperti ini, atau mungkin mereka pikir gue terlalu baik. tapi siapa sih yang gak mau punya pasangan yang baik? jadi yang salah siapa?

sampai pada satu titik gue bertemu dengan seseorang yang membuat Tuhan berpikir sudah saatnya Dia merubah cara pandang dan cara jatuh cinta gue kedepannya. iya dia sekacau itu.. dia berbeda sekali dengan gue, bahkan 180 derajat saja kemungkinan gak cukup untuk menjelaskan perbedaan gue dengan lelaki ini. gue patah sampai ada diposisi menyalahkan diri sendiri, gue patah dengan perasaan unwanted. siapa yang bodoh? klo gue masih ada di posisi jatuh cinta dengan cara yang lama gue akan bilang klo dia yang bodoh.. kapan lagi ada cwe yg bisa menerima kekacauan hidup seorang pria setulus gue?

tapi gue gak akan membicarakan dia itu disini, tapi berkat dia gue berubah. gue menjadi wanita yang lebih realistis memandang cinta.

gue tau, setiap hubungan itu memiliki cobaannya masing2, mungkin beberapa kali gue dicoba dengan cara yang sama, tapi kali ini Tuhan sedang menguji gue dengan cara yang berbeda. disaat jatuh cinta sudah jatuh dengan cara yang berbeda and you got the feeling like “This is the Man!” semua terlihat menjadi sangat sulit, gue gak mau lepas percaya atas kuasa Tuhan tp ini seperti di depan mata tapi sangat jauh, terasa sama tetapi berbeda. mungkin apabila ini tidak berjalan dengan baik kembali gue akan masuk dalam tahap another realistis lainnya.

kita terbentur jarak dan waktu 
kita terbentur harapan yang tak berharap 
kita terbentur kenyataan yang tak nyata 
kita terbentur kenyamanan yang merisaukan
kita jatuh cinta dengan logika di hadapannya

gue hampir menyerah dan pasrah disini, let god do his work. gue sedang menggantungkan hidup gue di tangan takdirnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s