Gigi Adanna Sahardaya

FotoJet Design

Gigi Adanna Sahardaya, cwe kelahiran Magelang 27 tahun ini dikenal sedari kecil memiliki senyum yang manis. selain memang di takdirkan menjadi wanita yang manis, Gigi juga memiliki  sifat ceria dan mudah bergaul. di balik keceriannya ternyata ia memiliki masa lalu yang kelam.

selepas kepergian Ayahnya yang menikahi wanita lain ia dipaksa sang ibu untuk tetap percaya akan cinta. baginya, percaya akan cinta akan membuatnya merasakan perasaan yang sama seperti 10 tahun lalu.

tetapi pada suatu pagi, ia dipertemukan oleh tugas dengan seorang pria yang membuat ia percaya jikalau cinta mungkin tak sekelam itu.

CHAPTER 1

large (1).jpg

25 April 2016

Sore

“hahaha kamu tau itu juga yang aku bilang ke Tika, masa mau di jadikan yang kedua. cwe kayak dia terlalu bagus di jadiin yang ke dua, bahkan untuk di jadiin yang pertamapun juga gak pantes klo lakinya macam gtu. aku bilang ke Tika, btw kamu tau kan tampilan Tika kayak gimana? dia tuh tipikal cwe2 Jakarta banget deh dan dia tuh pinter bgt  anak cumlaude lho.. pinter banget cuma cari cwo aja dia yang gak pinter hahaha, aku bilang ke Tika dapetin yang lebih dari cwo itu lo juga bisaa tinggal  kedipin mata semua cwo2 yang ngeliat juga langsung nurut hahaha”

aku meminum Strawberry Soda pesananku dan gak berhenti tersenyum kepada layar macbook, ini sudah 3 jam sejak pertama kali aku datang ke tempat ini saat jam makan siang.

“abis dari sini aku mau pergi sama Si Girls, kamu jadi pergi sama Rio? ooh ya sudah klo gtu. nanti kita lanjut setelah aku sampai rumah ya.. kamu hati2 di jalan, jangan ngebut haha. byeee” aku menutup layar macbook-ku dan memanggil pelayan untuk menutup orderan ku hari ini.

“mas, minta bill ya, meja no 11 haha” sambil melepas earphone

“baik ka” pelayan mendatangi Gigi dengan wajah geli, gak heran mungkin Gigi satu2nya customer yang hapal nomor meja.

“pake debit ya mas”

“baik ka” pelayan mengarahkan Gigi menuju meja kasir

“lagi rame nih ya mas”

“iya nih ka, hari jumat sore selalu seperti ini. biasalah ka jam2 mau weekend hehe” kasir menotal orderan

“haha iya, hari ngambur2in duit “

“hahaha bisa aja si kakak, ini ka silakan nomor pin nya” kasir mengarahkan mesin debit

“ok.. sudah mas” 

“ok ini strucknya, terima kasih ka..”

“sama2 mas” aku tersenyum kepada Jason sang kasir legendaris dan kemudian pergi dari cafe yang selalu aku kunjungi setiap kali jam facetime tiba.


 

Akhir2 ini Jakarta sedang panas2nya lebih panas dari panas2 lainnya. aku mengerenyitkan dahi menahan silau matahari yang seakan munusuk mataku. coba banyangkan jam 5 sore begini seperti jam 2 siang, kalau lagi seperti ini aku menyesal gak beli kacamata penganti yang patah kemarin.

aku berjalan ke arah mobil yang di parkirkan tepat dibawah pohon cemara yang sengaja di tanam oleh sang pemilik cafe sebagai ciri khasnya. aku menyalakan mobil disusul dengan menyalakan AC.aku bisa rasakan udara  dingin AC menerpa wajahku dan sesaat kemudian seluruh ruangan mobilku.

“bismillah, Si Girls gue datang…” Twist and Shout – The Beatles terputar di radio.

“wih Beatless! ada angin apa ini radio muter lagu Beatles Well, shake it up, baby, now…. Twist and shout… C’mon c’mon, c’mon, c’mon, baby, now come on baby…” aku bernyanyi tak tentu nada sesaat kemudian handphone ku berbunyi driiinggggg…. driiiinggggggg….. driiiinggggg……

“halo cong, kenapa lau? eh lo kenapa nangiiissss???” ku tepikan laju mobilku, jantungku terasa terhenti, napasku tak teratur saat mendengar Kara sahabatku menangis di ujung telepon.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s