Day 2 | Cerpen

Tuan Tanpa Nama, begitulah aku memanggilnya. seorang pria yang memiliki postur tubuh tegap, tidak terlalu kurus, tidak terlalu gemuk.  sosok pria yang tidak terlalu memikirkan penampilannya, terbukti dengan rambut panjang yang hanya ia rapihkan setiap ingin masuk ke coffee shop tempatku bekerja sudah bisa membuatku berkesimpulan kalau ia memang tidak pandai merawat diri, terlebih lagi baju polos berlengan panjang yang selalu ia gulung hingga siku, aku bisa jamin 7 hari dalam seminggu hanya hitam, putih dan coklat tua lah warna yang selalu berganti menyelimuti tubuhnya. tak jarang aku dan Lana bertaruh warna apa yang akan ia kenakan setiap jam kunjung kemari.

“Senja! lihat” 
“Sudah aku bilang, hari ini hitam” 
“akh sial, seminggu ya? seminggu ini aku harus menanggung ongkos metro minimu. tidak bisa kah hanya 1 hari saja??”
“Na, tidak ingatkah kamu siapa yang membuat peraturan? hahaha”
“akh menyebalkan, sudah sana layani Tuan Tanpa Namamu” 

aku berlalu meninggalkan Lana dengan perasaan geli karena dumelannya dan menghampiri Tuan Tanpa Nama.

“Selamat Siang, mau pe…”
“Russian Coffee large”
“oh, ok baik, an siapa?”
“tulis saja apa yang ingin kamu tulis”
“ok baik, 1 Russian Coffee large akan kami antar ke meja. terima kasih”

1 Russian Coffee di siang hari seperti ini? sungguh?

——————————————–

12:39 AM
Akan update setiap minggu di hari senin :) -Laninka

-Russian Coffee, kopi yang di campur satu shot minuman beralkohol (vodka,brandy,whiskey) atau yang biasa disebut juga dengan Liqueur Coffee. 
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s