(REVIEW) Novel Ayah – Andrea Hirata

Cover_Ayah

Judul: Ayah
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang Pusaka
Terbit: Juni
Tebal : 412 Halaman

I’m starting to write again after a long time never check my blog even it just for looking my homepage. actually I want to start writing by a couple month ago but my “males” always won lol , kidding, i’m too busy for doing ‘this’ and I think write about my daily-life is just too abg and I’m not in that circle again. no offense. some people still doing that.

so what is bring me to here? that book, Ayah by Andrea Hirata. kali ini gue pengen banget ngereview sebuah buku, hal yang jarang gue lakukan, buat sebagian orang mereview sebuah buku adalah hal yang wajib (I did) tapi untuk gue porsi reviewnya lebih kecil; posting di path dengan beberapa point-point itu saja sudah cukup, menurut gue “menyantap” sebuah buku adalah hal pribadi. terdengar egois ya seperti gak mau sharing. but I have some reason for this, first, gak semua orang suka baca buku. second, gak semua akan excited saat kita ngebawel tentang buku even mereka yang nanya. pas kelar cerita semua akan jadi angin lalu, dan gue gak suka. so better I keep it to myself . but for this time I have to write something about this book. banyak banget perasaan yang gue dapet dari buku ini.wuff

Ayah, buku ini gue beli Juni 2015 dengan sistem PO. beberapa penulis memang sering melakukan sistem ini, dengan jadwal terbit lebih awal dari sebagai mana mestinya (keluar lebih dulu sebelum lauching resmi) dengan hadiah tanda tangan, I bought this book at BukuBukuLaris.com . Ayah

so here we go..
buku ini menceritakan tentang Sabari, sosok pria lugu yang amat sangat sederhana. I love him :). awalnya saat memutuskan untuk membeli buku ini karena tertarik dengan kata “Ayah”. Ayah sosok yang paling gue sayang even I never told him what I feel inside tapi setiap dengar kata Ayah gue punya sesuatu yang luar biasa susah dijelaskan, perasaan luluh yang bikin tenang. hanya karena “Ayah”.
ekspektasi gue tentang buku ini langsung mengarah ke sebuah pengorbanan. penuh haru biru, nangis sana nangis sini but the fact I was wrong, buku ini amat sangat menyenangkan. Andrea Hirata selalu sukses membuat gue tertetawa terbahak-bahak atau hanya sekedar tersenyum simpul karna ngerasa “how cute.. <3”.
tapi itu gak bertahan lama karna terbukti gue berhenti baca buku ini setelah setengah jalan karna gak sanggup ngelanjutin, rasanya tuh kayak kesel setengah mati sama Pak Andrea. klo bapak baca tulisan ini pertama2 saya mau minta maaf klo inggris saya berantakan, maklum anak singkong, malu sama lulusan perancis. kedua, bisa-bisanya Bapak ini mempermainkan perasaan saya, bagaimana bisa Bapak ngebuat saya tertawa setengah mati hanya karena tingkah Sabari yang selalu mengalungkan medali karyawan terbaik di pabrik batako milik Markoni hanya untuk menarik perhatian wanita (Marlena) lalu kemudian ngebuat saya menangis gak karuan karna tingkah Sabari yang benar-benar tulus hanya mencintai 1 wanita selama hidupnya dan tidak pernah dicintai kembali? Pak, pleaselah.. jangan mainin perasaan saya…..

buku ini sukses bikin gue gak tertarik untuk membacanya lagi karena terbukti 4 bulan dari awal Juni gue diemin. diem2an banget, kayak kondisi kita. -.-
untuk pertama kalinya gue merasa penasaran dengan ending sebuah cerita tapi gak sanggup untuk ngelanjutin baca, semacam ada rasa sakit yang siap untuk melahap.

pertengahan Oktober saat gue merasa gak adil dengan novel ini karena dalam 4 bulan gue sudah baca 2 buku baru dan sukses gue tamatin, but for this book.. jangan harap, liat covernya aja males :(.

Sabari sosok pria lugu yang memiliki rasa tulus yang luar biasa, he gives everything he has even he has nothing to give. Sosok Ayah yang memiliki perasaan kasih yang gak bisa digambarkan dengan kata-kata.

Buku ini mengajarkan gue tentang 3 hal, yaitu, Cinta, Persahabatan dan Ketulusan. kisah Sabari sendiri ngebuat gue mikir cinta itu memang butuh untuk dipelihara, di jaga dan diperjuangkan. kita sendiri yang memutuskan mencintai orang lain seperti apa. Entah itu mencintai tanpa pernah memiliki, mencintai tanpa pernah di cintai, atau memilih untuk berhenti saja, atau menyimpannya dan menjaganya dalam hati dari kejauhan. Hanya kita yang tau akan mencintai orang lain seperti apa, sebatas apa..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s