Gigi Adanna Sahardaya

untuk menghindari kebingungan chapter
mohon klik kategori Gigi Adanna Sahardaya | cerpen (sebelah kiri, on pc).
kemudian baca dari yang paling bawah atau kunjungi
Wattpad | Gigi Adanna Sahardaya . selamat membaca! :)

CHAPTER 4

92696d4071a7ce3310c8b7ac6ec6ac44

27 April 2016

Malam

aku terduduk di kursi tengah rumahku, melempar tas ke kursi dan menarik nafas dalam2. kerjaan kantor sedang banyak2nya terlebih Pak Richard yang sedang mempersiapkan keberangkataannya ke Cina untuk bertemu dengan para CEO perusahaan dari negara yang bekerja sama dengan perusahaan kami pada hari senin. seharusnya aku lembur untuk mengurusi beberapa berkas yang akan dibawa Pak Richard kesana, tetapi badanku sudah gak kuat, sudah terlalu cape untuk berdiam disana lebih lama dari seharusnya. beginilah nasib seorang sekretaris sebuah perusahaan asing.

kuraih handphone dalam tas untuk mengecek apakah Iko meneleponku, sudah 12 jam sejak tadi pagi ia menelepon untuk mengatakan selamat pagi. aku cek handphoneku dan ada 5 missedcall sejak jam makan siang hingga malam ini, aku tersenyum melihatnya.. “lelaki ini”. nada sambung telpon berbunyi kemudian terdengar suara lelaki yang ku kenal, “Hai! kemana saja?” suaranya terdengar sangat khawatir, “aku telpn sampai 5x gak ada jawaban, tumben sekali”. aku terdiam sejenak mengingat ayah.

“Gi.. are you okay?

“eh ya, I’m okay. maaf banget hari ini aku sibuk sekali. Pak Richard akan pergi ke Cina senin depan, kamu taulah gimana keteterannya..”

“aah sibuk sampai pegang hp saja tidak bisa” suaranya terdengar sangat jengkel

“bukan gtuuu.. ayolah jangan  bete ah. kamu lucu tau gak klo lagi bete nanti aku malah ketawa”

“siapa yang bete? aku gak bete”

“yakin?” aku meledeknya

“aku gak bete, cuma…. kesal”

“hahahha apa yang harus dikesali?”

“aku kesal karena aku mengerti kamu sibuk tapi disisi lain aku gak mau ngerti”

aku terdiam dalam senyum menanggapi keluhannya, Iko adalah sosok pria yang membayangkan dia bersikap manja saja sudah membuatku tersenyum apalagi disaat seperti ini, bukan saja wajahku. hatikupun ikut tersenyum.

“cape ya?” Iko bertanya kembali

“sudah pulang, mba?” Ibu datang menghampiriku

“iya..” aku menjawab keduanya disaat bersamaan

“mau ibu masakan air hangat, mba?” aku hanya mengagukan kepala menjawab pertanyaan ibu

“dari tadi pulangnya,mba?” ibu bertanya kembali disusul suara Iko bertanya di ujung telepon “kamu cape sama aku?”

“iya” aku menjawab keduanya disaat bersamaan

“apa?? udah aku duga kam..” suara Iko terhendak menyadarkanku dari perbedaan pertanyaan tadi

“eh kamu nanya apaan ya tadi? kamu tuh hobi banget nanya2 yang gak penting sih ih. udah ah aku mau mandi dulu, nanti aku tlpn lagi”

“hahahah ok, kamu gak mau aku temani mandi juga?”

“otaknya jangan cabul plisss”

“hahahhaha ok, nanti facetime ya. aku tunggu”

“ok..” aku menutup telpon dengan senyum

——————————————————–

dengan lilitan handuk di kepala aku buka macbook dan menelepon Iko kembali

dengan lilitan handuk di kepala aku buka macbook dan menelepon Iko kembali.

‘hai again” Iko menyapa dengan senyum

“hai..”

“seger ya habis mandi”

“segerrrr, rasanya cape ku hilang seketika pas kena air” jawabku sambil berdiri menjauhi macbook untuk mengambil beberapa berkas kerjaan.

“ah itu seger karena aku laaah bukan karena airrrr”

“dih pede kamu! hahahah”

“lho!? memangnya aku juga gak menyegarkan??”

aku terdiam kemudian manatapnya, “kamu ini semacam sirup atau apa sampe bisa menyegarkan gtu?”

“hahahaha apalah pokoknya aku pria yang bisa menyegarkan hari2 mu disaat lelah melanda”

“dih! Mr. Gombal yang gombalannya rendahan banget, kamu ini pede sekali yaaa hahahah” aku beranjak kembali dari kasur menuju meja tempat berkas2 yang ku bawa dari kantor.

“hahahha “Mr. Gombal yang gombalannya rendahan banget” kamu gak punya sebutan yang lebih bagus? setidaknya aku udah berusaha lho”

“gak adaaaaa, udah jangan mokso. gak pantes!” aku tertawa menjawabnya

“dasar tega” celetuknya, “masih mau ngurus kerjaan jam segini?”

“aku cuma mau cek beberapa berkas sih, aku agak kurang yakin sama kerjaanku di kantor tadi” aku mengecek lembar demi lembar kerjaanku, “heran,rasanya semakin kesini pekerjaanku makin berat”

“belum berat, sampai deal Richard di Cina sukses baru berat kerjaanmu”

aku menghela nafas panjang..

“sudah di tutup dulu, mending kamu istirahat dan bahas janji kita hari minggu besok, gimana?”

“sounds good” aku menjawab Iko dengan penuh yakin, kerjaanku bisa aku selesaikan besok. sudah waktunya aku menghabiskan malam menatap Iko setelah berjam2 mengabaikan dia. mungkin benar ia menyegarkan, hanya saja kata yang tepat untuknya tidak seasal2 itu. ia adalah rasa tenangku, hanya tenangnya yang mampu memelukku.

Gigi Adanna Sahardaya

breakfast-photography-coffee-morning-Favim.com-803145

CHAPTER 3

untuk menghindari kebingungan chapter
mohon klik kategori Gigi Adanna Sahardaya | cerpen (sebelah kiri, on pc).
kemudian baca dari yang paling bawah atau kunjungi
Wattpad | Gigi Adanna Sahardaya . selamat membaca! :)

27 April 2016

Pagi

kriiinggg.. kriinggggg…. kriiiiiiiiiingggg…. alarm jam ku berbunyi. sudah saatnya bangun dan siap berangkat kerja. “06:30 WIB” kulirik jam, rasanya berat sekali untuk membuka mata terlebih lagi tadi malam aku tidur larut malam karena Iko minta di temani bekerja. iya Iko, pria yang menemani ku 4 tahun terakhir ini, sulit untuk bilang tidak ke dia padahal klo aku bilang gak bisa dia juga pasti akan mengerti.

aku keluar kamar dan tercium aroma tumisan masakan.

“ibu, masak apa?” ku hampiri Ibu yang sedang menyiapkan sarapan untukku.

“eh mba, biasa.. nasi goreng. ayo lekas mandi nanti telat” ibu meninggalkan tumisan bawang merah dan bawang putih lalu mengambilkan handuk untukku

“iya, makasih bu” ku terima handuknya, “oh iya bu.. mau telor dadar yah hehehe”

“iyaaaaa nduk. udah masuk kamar mandi sana” dilanjutkannya menumis bumbu

“hehehe makasih bu” kulangkahkan kaki masuk kamar mandi.

————-

jarum jam menunjukan pukul 7:10 WIB dan aku baru saja menyelesaikan sarapanku,

“habis, enak mba?” tanya ibu yang sedang memerhatikanku makan.

“enak lah buuuu.. kapan masakan ibu gak enaak hahaha”  ku langkahkan kaki untuk mencuci piring

“mau ngapain? udah gak usah di cuci, biar ibu saja, kamu mending siap2 sana. dandan biar cantik” ibu merebut piring dan gelas yang ada di tanganku

“memangnya aku harus dandan untuk terlihat cantik?”

“hhahaha ngga nduk, kamu cantik tanpa makeup pun” ibu mencubit daguku dengan gemas

“hahahha yowis matursuwun bu..” kuberikan piring dan gelas.

“makasih untuk apa?” ibu terheran

“ya untuk nasi goreng dan mau gantiin cuci piring dong buuuu” aku berjalan menuju kamar meninggalkan ibu yang tersenyum sambil memegang piring.

————

tumblr_lnmxp07zGP1qacpy3o1_500_large

13 Januari 2012

Pagi

aku berjalan kaki dari rumah menuju kantor. cuaca sedang indah2nya, langit biru bersih, awan putih seputih kapas, sinar mentari yang hangat sehangat teh manis buatan ibu pagi ini. “tumben! ada apa sama Jakarta hari ini ya, bersahabat banget. semoga selalu seperti ini”.

jarak dari rumah ke kantor hanya 20 menit berjalan kaki, aku memang sengaja mencari rumah yang dekat dengan tempatku bekerja dengan alasan biar gak terlalu memikirkan biaya transport, terlebih lagi gaji untuk seorang yang baru lulus kuliah tidak seberapa. aku harus pintar2 membagi gajiku, kalau gak begitu habislah aku..

“mba Gigi berangkat kerja,mba?” sapa ibu RT yang sedang menyapu halaman rumahnya

“eh halo pagi bu RT, iya bu.. mari buu” sautku merunduk tersenyum sambil meninggalkan bu RT

“mari mba..” Bu RT tersenyum

sesampainya dikantor,

07:30 WIB, aku datang 30 menit dari jam kerja seharusnya. Bossku pak Richard meminta ku untuk hadir lebih awal untuk mengurusi beberapa dokumen penting sebelum rapat. sebenarnya bisa tidak terlalu perduli dengan keinginan Bossku hanya saja aku bukan tipe yang suka membereskan sesuatu di menit2 terakhir. aku terlalu selebor untuk hal itu.

“pagi Gigi, sudah datang kamu” sapa Pak Richard yang saat itu menggunakan setelan jas berwarna hitam seperti Daniel Craig di 007.

“pagi Pak..” sautku tersenyum. aroma parfum pak Richard sangat elegan gak terhitung moodku kembali membaik hanya dengan mencium aroma wewangiannya setiap kali ia melewati mejaku. parfum pria memang luar biasa.

“sudah siap dokumennya?” ia mendatangi mejaku

“sudah pak, dokumen ini sudah saya periksa ulang dan dokumen rapat sudah saya benarkan sesuai perintah bapak” aku berdiri memberikannya

“great! dan satu lagi, saya minta semua janji hari ini di cancel ya, minta reschedule. jangan ada yang ganggu saya selama rapat dan tolong telpon Iko, ini nomornya” Pak Richard meninggalkan sepucuk kertas berisikan nomor telpon dan berlalu meninggal meja.

Gigi Adanna Sahardaya

untuk menghindari kebingungan chapter
mohon klik kategori Gigi Adanna Sahardaya | cerpen (sebelah kiri, on pc).
kemudian baca dari yang paling bawah atau kunjungi
Wattpad | Gigi Adanna Sahardaya . selamat membaca! :)

images

CHAPTER 2

3 Mei  2007

Sore

Dua tahun setelah Ayah pergi meninggalkan aku dan Ibu kami dengan hanya modal nekat dan tekat ingin melupakan Ayah pindah dari Magelang ke Jakarta tanpa terlalu memikirkan biaya hidup di jakarta yang 10x lipat lebih tinggi daripada di Magelang.

“mba, kamu yakin?” ibu melipat baju dan memasukannya ke dalam tas

aku hanya tersenyum saat mendengar pertanyaan ibu yang hampir setiap jam beliau tanyakan. mungkin ibu akan berpikir rencana pindah kita ke Jakarta adalah bentuk ke egoisan ku semata tapi semua yang aku lakukan itu hanya untuk beliau. aku sudah tidak tahan saat malam mulai menjelang ibu masih menyiapkan kopi untuk Ayah dan berharap Ayah pulang.

ku perhatikan wajah ibu yang sedari tadi menatap jalan, entah apa yang beliau pikiran yang jelas menatap wajah ibu dengan separuh wajah yang tersirami cahaya tenggelamnya sinar mentari membuat hatiku perih.

“sesampai kita di Jakarta aku harap ibu bisa bahagia sebagaimana seharusnya, menjalani hidup sebagaimana mestinya. Gigi akan berusaha untuk membahagiakan ibu, kebahagian Ibu adalah kebahagian Gigi. Ibu harus percaya klo kita juga bisa bahagia” kuraih tangan Ibu dan ku katakan dalam hati.

———————

best-friends-black-and-white-brazil-california-Favim.com-876703

25 April 2016.

Malam

“Kara! is she okay?” kataku panik.

“yes she is okay” Sekar menggenggam tanganku kemudian mengusap punggungku

“Kar, are you okay? ada apa sih? cerita dong ke gue, maaf banget gue telat Kuningan macet parah” aku bingung setengah mati, berusaha bertanya dengan raut wajah ke Sekar dan Tika tentang apa yang terjadi.

Kara yang sedari tadi menutup wajahnya dengan guling tidak berkata apapun.

“lo dari mana sih cong?” Tika bertanya dengan muka penuh kesal

“abis facetime” aku menjawab dengan raut wajah sedih dan bingung

“Gi, look at your face hahahahahha” Kara menjawab dengan tertawa terbahak2 disusul dengan tertawa Sekar dan Tika

“what the… gak lucu!! kalian pada gila ya asli!”

“lucu! muka panik lo tuh lucu Gi hahahha” Kara menjawab

“mana lucu?? ini bahaya tau! kalian tuh gak pernah mikir apa ya gimana bahayanya nyetir sambil panik? nyetir sambil mules aja tuh bahaya!” aku tersentak sambil menjauhi kasur yang mereka duduki.

“iya Gi bener banget nyetir sambil mules itu bahaya klo tiba2 keluar itu bahaya banget ahahhaha” Tika menimpali kemudian tertawa dengan Sekar dan Kara

selama pertemananku dengan mereka aku selalu jadi bulan2an ke isengan mereka. meskipun sudah sering terjadi aku selalu saja tertipu, menurut mereka muka panik ku adalah hiburan yang gak bisa dibeli dimanapun. gak terhitung aku dibuat kesal dan gak terhitung pula aku tak kuasa untuk tak ikut bergabung saat mereka sedang tertawa.

“Gi, tadi ngefacetime? udah baikan?’ tanya Sekar kepadaku, suaranya penuh dengan aroma kekepoan

“ya udahlaaah.. mana kuat Gigi lama2 bete ke itu laki” samber Kara

“hahahah iya ya, gimana? jawab dong?” Sekar bertanya, kali ini pindah kesamping posisi dimana aku sedang duduk.

“udah.. heheheh” aku mengangguk

“gimana dia sekarang?” tanya Sekar lagi sambil cengengesan

“gimana apanyaaa? heran deh gue lo kepo banget asli” jawab ku jengkel kemudian tertawa

“gue juga kepo kaliii, bukan Sekar ajaaa hadeehh” timpal Tika

“hahahah ya gak gimana2, dia lagi kumisan aja hahahhahha”

“matiiik hahhaha gue bisa jamin lo senyum gak berenti2 waktu facetime sama dia” Kara meledek sambil menirukan gaya senyam senyum di depan macbook kepunyaannya.

“hahahaha iya gue gak berenti senyum waktu ngeliat dia” wajahku tersenyum simpul saat mengingatnya.

Gigi Adanna Sahardaya

FotoJet Design

Gigi Adanna Sahardaya, cwe kelahiran Magelang 27 tahun ini dikenal sedari kecil memiliki senyum yang manis. selain memang di takdirkan menjadi wanita yang manis, Gigi juga memiliki  sifat ceria dan mudah bergaul. di balik keceriannya ternyata ia memiliki masa lalu yang kelam.

selepas kepergian Ayahnya yang menikahi wanita lain ia dipaksa sang ibu untuk tetap percaya akan cinta. baginya, percaya akan cinta akan membuatnya merasakan perasaan yang sama seperti 10 tahun lalu.

tetapi pada suatu pagi, ia dipertemukan oleh tugas dengan seorang pria yang membuat ia percaya jikalau cinta mungkin tak sekelam itu.

CHAPTER 1

large (1).jpg

25 April 2016

Sore

“hahaha kamu tau itu juga yang aku bilang ke Tika, masa mau di jadikan yang kedua. cwe kayak dia terlalu bagus di jadiin yang ke dua, bahkan untuk di jadiin yang pertamapun juga gak pantes klo lakinya macam gtu. aku bilang ke Tika, btw kamu tau kan tampilan Tika kayak gimana? dia tuh tipikal cwe2 Jakarta banget deh dan dia tuh pinter bgt  anak cumlaude lho.. pinter banget cuma cari cwo aja dia yang gak pinter hahaha, aku bilang ke Tika dapetin yang lebih dari cwo itu lo juga bisaa tinggal  kedipin mata semua cwo2 yang ngeliat juga langsung nurut hahaha”

aku meminum Strawberry Soda pesananku dan gak berhenti tersenyum kepada layar macbook, ini sudah 3 jam sejak pertama kali aku datang ke tempat ini saat jam makan siang.

“abis dari sini aku mau pergi sama Si Girls, kamu jadi pergi sama Rio? ooh ya sudah klo gtu. nanti kita lanjut setelah aku sampai rumah ya.. kamu hati2 di jalan, jangan ngebut haha. byeee” aku menutup layar macbook-ku dan memanggil pelayan untuk menutup orderan ku hari ini.

“mas, minta bill ya, meja no 11 haha” sambil melepas earphone

“baik ka” pelayan mendatangi Gigi dengan wajah geli, gak heran mungkin Gigi satu2nya customer yang hapal nomor meja.

“pake debit ya mas”

“baik ka” pelayan mengarahkan Gigi menuju meja kasir

“lagi rame nih ya mas”

“iya nih ka, hari jumat sore selalu seperti ini. biasalah ka jam2 mau weekend hehe” kasir menotal orderan

“haha iya, hari ngambur2in duit “

“hahaha bisa aja si kakak, ini ka silakan nomor pin nya” kasir mengarahkan mesin debit

“ok.. sudah mas” 

“ok ini strucknya, terima kasih ka..”

“sama2 mas” aku tersenyum kepada Jason sang kasir legendaris dan kemudian pergi dari cafe yang selalu aku kunjungi setiap kali jam facetime tiba.


 

Akhir2 ini Jakarta sedang panas2nya lebih panas dari panas2 lainnya. aku mengerenyitkan dahi menahan silau matahari yang seakan munusuk mataku. coba banyangkan jam 5 sore begini seperti jam 2 siang, kalau lagi seperti ini aku menyesal gak beli kacamata penganti yang patah kemarin.

aku berjalan ke arah mobil yang di parkirkan tepat dibawah pohon cemara yang sengaja di tanam oleh sang pemilik cafe sebagai ciri khasnya. aku menyalakan mobil disusul dengan menyalakan AC.aku bisa rasakan udara  dingin AC menerpa wajahku dan sesaat kemudian seluruh ruangan mobilku.

“bismillah, Si Girls gue datang…” Twist and Shout – The Beatles terputar di radio.

“wih Beatless! ada angin apa ini radio muter lagu Beatles Well, shake it up, baby, now…. Twist and shout… C’mon c’mon, c’mon, c’mon, baby, now come on baby…” aku bernyanyi tak tentu nada sesaat kemudian handphone ku berbunyi driiinggggg…. driiiinggggggg….. driiiinggggg……

“halo cong, kenapa lau? eh lo kenapa nangiiissss???” ku tepikan laju mobilku, jantungku terasa terhenti, napasku tak teratur saat mendengar Kara sahabatku menangis di ujung telepon.

Hal Yang Mesti Kau Ingat Saat Merasa Kalah

2e6e7857187d8e845e97ddf2f1525196

#DearTubuh ini adalah hal yang mesti kau ingat saat merasa kalah. tak apa kalah, tak apa salah, tak apa untuk merasa kau tak mampu menghadapi kalah, tak apa untuk merasa gundah saat merasa salah. kau tidak di ciptakan oleh tumpukan keberanian dan kesanggupan. kau tak perlu merasa berani disaat kau tau kau lemah, kau tak perlu merasa sanggup disaat kenyataannya kau tak sanggup, tak apa bila kau merasa takut, tak apa.. sungguh tak apa.
tak apa saat orang lain memperlakukanmu buruk disaat kau memberikan yang terbaik. tak apa dunia memang seperti itu.

#DearTubuh akan ada hari dimana kau merasa lelah dan ingin menyerah, merasa tak mampu, merasa jika menjadi pribadi yang baik saja tidak cukup. dear tubuh, Tuhan tidak pernah salah karena Dia maha sempurna.

#DearTubuh tidak akan pernah ada kehidupan yang mulus-mulus saja tanpa ada cobaan dari yang maha sempurna. yang harus kau sadari dan lakukan adalah Menerima lalu Menjalankan. tak perlu ribut-ribut ikhlas, karena rasa ikhlas akan kau rasa saat sudah menjalani.
jika dalam hidupmu bertemu dengan yang salah dan menyebabkanmu kalah, percayalah itu tak apa. 

Kumpulan Bukan Puisi

“Jatuh cinta tanpa alasan”

Mereka bilang ini tak mungkin, tapi bagiku ini ada.

Mereka bilang itu khayalan, tapi bagiku ini nyata.

Mereka bilang kau mengada-ada, tapi bagiku ini adalah hal yang paling nyata yang pernah ada.

————

“Beri aku sedikit saja rasa tenangmu, hanya mereka yang mampu memelukku”

panggil aku saat kau butuh, tak usah malu. aku juga butuh kamu, katamu, saat itu.

                                                               ——————-

“Sometimes we create our own heartbreaks through expectation”

you should realize that those words was wrong, they made this.. They hurt you and enjoy it.

———————

“Engkau mengingatkanku pada hal yang tak pernah terjawab dan tak akan pernah terselesaikan”

Tak pernah terpikir oleh ku akan kehilanganmu untuk kesekian kali, tak peduli seberapa kuat aku menahan diri dan membatasi hati untuk tak jatuh lagi dalam keegoisanmu kau selalu mampu menarikku kedalam arusmu.
kau jelas tahu aku lemah terhadapmu, kau jelas tahu…

Morphe Brushes 35T (Palette)

I’m back for another review! yey!
1 bulan yang lalu gue sempet bingung dengan apa yang harus gue beli, antara The Balm in theBalm of Your Hand Palette atau Morphe Brushes Palette 35T. meskipun berujung dengan gue membeli keduanya don’t judge me.. kamu tau perempuan itu bagaimana kan? tau kan? nah yaudah,percuma pusing2, galau2 mikirin mana yang harus dibeli tapi ujung2nya beli keduanya. percuma.
meskipun jarak pembelian gak deket2 banget ya secara 2 brand ini cukup high end, yang artinya gue butuh sedikit agak meyisihkan uang untuk membeli kedua bubuk berwarna ini hehehe.

sesuai dengan headline blog, gue pengen bahas tentang palette yang sedang naik daun ini, Morphe 35T  (Taupe) Palette.
S__104718344.jpg

sebenernya gue paling anti beli eyeshadow palette macam begini karena semakin banyak eyeshadow dalam 1 palette rata2 pigmentasi dari setiap warna itu kurang banget. percuma beli yang 88-120 warna dalam 1 palette mahal2 tapi pigmentasinya kurang. intinya saat itu gue prefer beli palette yang ukuran kecil, yang dalam 1 palette hanya ada 12-24 warna. sungguh itu sudah cukup, tapiiiiiii semua review di youtube bilang those palette (seri palette morphe) wassssssss amaaaaaziiiiiiing!!! super pigmented klo kata temen gue mah “Bahasa lu beauty guru banget “pigmented”, KERENG,Lan!! hahaha”, gak fall out, campuran warnanya bagus banget,keseimbangan antara matte eyeshadow dengan shimmer, metallic sangat2 bagus. kenapa gue bilang bagus untuk keseimbangan warnanya? karena kayak yang kita tau beberapa palette diluar sana biasanya hanya memberikan beberapa warna untuk shade matte nya, buat gue itu sangat2 kurang memuaskan. karena biasanya matte eyeshadow dibeberapa palette itu disediakan hanya untuk warna transisi , sedangkan buat sebagian orang (kayak gue) put shimmer eyeshadow on out corner of the eyes is just a lil bit too much. tapi buat sebagian orang lainnya lagi itu adalah hal yang wajar.. but I’m not that person hehe.

ok balik lagi ke pembahasan tentang gimana sih sebenernya palette ini, gue akan buat kelebihan dan kekurangannya dibawah:

kelebihan :
– Terdapat 35 eyeshadow (mix matte, shimmer, metallic)
keseimbangan warna dari Morphe 35T ini bagus banget.
warna matte-nya bukan hanya sekedar pelengkap untuk warna transisi tapi juga untuk warna di eyelid dan out corner mata kita.
warna shimmer-nya baguuuuuss banget! butir2an sparklenya super kecil, apa yah.. ngga gede2 nah lho makin bingung dah, sparkle gede?  hahah. gue punya palette Revealed dari Coastal Scents dan NYX Suede Palette, butiran shimmer eyeshadow di palette2 itu “besar2”. hal sederhana yang bisa gue gambarin disini adalah butiran besar terlihat lebih berkilau dan butiran kecil terlihat berkilau tapi lebih soft. kilaunya gak banyak tingkah gtu lho.
warna metallic -nya sangat sangat bagus, awalnya gak pernah terpikir untuk put some metallic eyeshadow on my eyelid. but dude, seriously…. they are beautiful! warna metallicnya sopan banget. gak kayak mau dangdutan :’)
– sangat mudah di blend
– tidak fall out/tidak berpowder
– tekstur eyeshadow sangat lembut, malah agak creamy tapi ya powder xD
– pigmented (yes they are)
– semua warna sopan! semua bisa dipake

kekurangan
– packing palette kurang safety
– tidak terdapat nama2 disetiap eyeshadow. which is agak kurang menolong buat yang hobi bikin tutorial
– tidak terdapat warna highlighter
– tidak tedapat kaca

gue gak akan kasih swatch disini karena di google dan youtube sudah banyak banget yang ngeswatch. (ini adalah alasan males) tapi gue akan masukin beberapa foto tadi sore saat bikin purple kinda red smokey eyes. (snapchat)

S__104726536.jpg

and put Mary Lou Manizer from the TheBalm untuk highlighter tulang alis dan fill my eyebrow dengan JustMiss warna black yang harganya cuma Rp.6.000 itu tp bagus bgt.

S__104718346
dan ini dia! purple-red smokey eyes. klo ada yang heran kenapa gue kok gembel banget tiap kali foto begini itu karena yang gue dandanin cuma matanya aja haha mohon maaf atas tampilan yg kurang santun.

Tapi beberapa minggu yang lalu gue sempet pakai palette ini saat acara lamaran sepupu, tampilan eyelook ini lebih brown soft natural bla bla gtu deh.

Terbukti ya meskipun palette ini cool tone tp tetep bisa bikin warm tone haha hope you like it, semoga review ini bisa membantu siapapun yang sedang galau mau beli palette ini atau tidak :D.

Love, Laninka.