Maybelline Fashion Brow Cream Pencil (REVIEW)

Jadi beberapa minggu yang lalu gue beli salah satu produk drugstore terkenal; Maybelline. awalnya tuh mau cari Bourjois Healthy Mix Serum (Foundation) tapi shade yang gue cari kosong dan cuma ada sample warnanya aja. karna ya namanya perempuan yaa sis pulang gak bawa apa2 tuh rasanya ya rugi banget hahaa.
Maybelline sendiri adalah drugstore yang pasti dilirik cewe2 yang baru mulai belajar dandan, ya kayak gue sih.. alas bedak  (BB Cream) pertama yang gue pake ya dari brand ini. karena selain counter Maybelline dimana2 ada produk dari brand ini terhitung affordable.

but I’m not talking about BB Cream in here, gue pengen banget bahas pensil alis dari Maybelline yang baru gue beli itu yaitu Maybelline Fashion Brow Cream Pencil. yup pensil alis ini langsung jadi produk terfavorite sejak pertama kali gue coba. langsung favorite banget karena memang bagus banget. gue akan kasih beberapa review dari plus hingga minus nya. tapi yang pertama kita bahas yang plus nya dulu yes..

meskipun ada embel2 “Cream” ternyata tekstur dari pensil ini gak creamy2 banget, bisa dibilang cukup keras. kyk yang kita tau semakin creamy tekstur pensil alis semakin pigmented warnanya, klo kata temen gue mah kereng xD. tapi di pensil Maybelline ini gak sama sekali. lah terus bagusnya dimana dong? sabar, nanti gue jelasin. buat sebagian orang pensil alis yang teksturnya creamy itu adalah “disaster” apa lagi untuk cewe2 yang baru belajar dandan dan gue gak menyarankan pemula untuk pake ini. pensil creamy artinya alis lo bakalan ketebelan. kenapa begitu karena sekali oles langsung keluar warnanya meskipun tanpa ditekan.

beda cerita dengan pensil alis yang teksturnya keras. pigmentasi dari warnanya sendiri akan berkurang kecuali klo lo pakenya agak ditekan. nah Maybelline fashion Brow ini seperti itu, teksturnya cukup keras dan warnanya juga aman untuk dipake.

Keunggulan
– tekstur keras (cocok untuk pemula)
– murah (counter Maybelline Rp. 33.000)
– warna abu-abu
– cocok untuk ngisi alis
– hasil akhir SANGAT-SANGAT NATURAL

Kekurangan
– hanya tersedia 2 warna yaitu abu-abu dan coklat (punya gue abu-abu)
– tekstur tidak creamy which mean tidak dapat di andalkan untuk membingkai alis
– wangi pensil ini wangi pensil banget. asli wangi kayu. buat gue agak ganggu
– warna tidak pigmented (which is good untuk pemula)

S__100179973.jpg
S__100212738.jpg

gue bisa beribu2 kali bilang klo pensil ini adalah pensil ternatural yang pernah gue pake, warnanya juga gak banyak tingkah hanya ada abu-abu dan coklat, hitam atau apapun itu gak ada. buat sebagian orang warna natural untuk alis adalah coklat tapi buat gue warna natural itu ya warna yang sama dengan warna alis kita, hitam. tapi balik lagi setiap orang punya seleranya masing-masing karena makeup gak pernah bisa disalahkan hahaha.

untuk yang sedang cari pensil alis warna aman gak banyak tingkah kalian bisa coba Maybelline Fashion Brow Cream Pencil ini, trust me kalian gak akan nyesel beli ini ;)

tips!
– pilihlah warna pensil alis yang satu tingkat lebih rendah dari warna rambutmu. seperti rambut hitam pilihlah abu-abu dst. jangan memilih warna yang senada dengan warna rambut dikarenakan akan membuat tampilan wajahmu terlihat lebih galak. 
tetapi balik lagi, makeup adalah soal selera.

Day 3ย | Cerpen

Wanita itu, wanita yang selalu memberikan senyuman setiap kali aku datang. meskipun aku tau memang seperti itu cara ia menyapa setiap pengunjung tetapi aku tak pernah perduli yang aku tau senyuman yang aku terima hanya untuk ku . 

selepas bekerja aku selalu singgah ke tempatnya. dari teh bunga yang rasanya seperti meminum air siram pemakamam,teh buah yang bahkan fruit tea lebih menyegarkan, kopi hitam, kopi susu hingga kopi beralkohol yang disediakan aku sudah bolak balik mencobanya. Sebenarnya aku tak pernah tau apa yang akan aku lalukan di tempat itu setelah memesan minuman, tujuan meminum kopi sembari menunggu jalanan Jakarta longgar dari kemacetan adalah alasan agar aku dapat bertemu dengannya. 

bagiku kau adalah sebuah kepastian untuk diperjuangkan, sebuah keindahan yang selalu aku tulis, meski tak pernah merasa memilikimu ketahuilah wahai wanita yang memiliki senyum sehangat senja,

 aku memujamu.

.
Tuan Tanpa Nama mu, Fajar. 

——————————————

Kamis, 11:26 PM.
terlambat posting :)


Akan update setiap minggu di hari senin :) -Laninka

Day 2 | Cerpen

Tuan Tanpa Nama, begitulah aku memanggilnya. seorang pria yang memiliki postur tubuh tegap, tidak terlalu kurus, tidak terlalu gemuk.  sosok pria yang tidak terlalu memikirkan penampilannya, terbukti dengan rambut panjang yang hanya ia rapihkan setiap ingin masuk ke coffee shop tempatku bekerja sudah bisa membuatku berkesimpulan kalau ia memang tidak pandai merawat diri, terlebih lagi baju polos berlengan panjang yang selalu ia gulung hingga siku, aku bisa jamin 7 hari dalam seminggu hanya hitam, putih dan coklat tua lah warna yang selalu berganti menyelimuti tubuhnya. tak jarang aku dan Lana bertaruh warna apa yang akan ia kenakan setiap jam kunjung kemari.

“Senja! lihat” 
“Sudah aku bilang, hari ini hitam” 
“akh sial, seminggu ya? seminggu ini aku harus menanggung ongkos metro minimu. tidak bisa kah hanya 1 hari saja??”
“Na, tidak ingatkah kamu siapa yang membuat peraturan? hahaha”
“akh menyebalkan, sudah sana layani Tuan Tanpa Namamu” 

aku berlalu meninggalkan Lana dengan perasaan geli karena dumelannya dan menghampiri Tuan Tanpa Nama.

“Selamat Siang, mau pe…”
“Russian Coffee large”
“oh, ok baik, an siapa?”
“tulis saja apa yang ingin kamu tulis”
“ok baik, 1 Russian Coffee large akan kami antar ke meja. terima kasih”

1 Russian Coffee di siang hari seperti ini? sungguh?

——————————————–

12:39 AM
Akan update setiap minggu di hari senin :) -Laninka

-Russian Coffee, kopi yang di campur satu shot minuman beralkohol (vodka,brandy,whiskey) atau yang biasa disebut juga dengan Liqueur Coffee. 

Day 1 | Cerpen

Namaku Senja, usiaku.. Sudahlah kalian tidak perlu tau. Usia bukan hal yang penting untukku, sudah berbelas2 tahun aku berhenti menghitung itu setiap kali mereka bertambah. Bukan tidak mensyukuri tetapi aku tidak terlalu bahagia setiap kali hari itu datang. Jika menurutmu ini menyedihkan tak apa, aku menerima apapun yang kalian pikirkan untuk masalah ini.

Saat ini sudah pukul 5 sore, jam kerjaku sudah habis tetapi bukannya memilih pulang aku lebih memilih untuk tinggal mengamati langit sore yang berwarna orange bercampur kuning dan coklat di atas balkon tempatku bekerja. Bukan hanya langit, mengamati aktifitas warga Jakarta di sore hari seperti ini juga menyenangkan, seperti anak2 pengamen yang tak pernah luput dari perhatianku, mereka selalu beristirahat dengan duduk di trotoar menghitung penghasilan setelah seharian naik turun bus. 

Kamu tau apa lagi yang membuatku betah berlama2 di atas balkon ini? burung walet, mereka cukup menghibur meskipun hanya memutari bangunan tempat mereka bersarang. langit begitu luas tetapi aku tak pernah tau mengapa hanya bangunan berwarna abu-abu itu yang menarik perhatian mereka. Langit begitu luas dan aku masih disini, seorang diri, menikmati senja.

———————-

10:48 pm. 

Akan update setiap minggu di hari senin :) -Laninka 

Get To Know More – Mbah Kakung

kkkk
Senin, 8 Februari 2016.
hari itu cukup bersejarah buat gue karena untuk pertama kalinya Mbah Kakung bercerita tentang masa mudanya. ya! se-25-tahun ini gue hanya mendengar kisah Mbah Kakung hanya dari sepupu yang diceritakan mamanya, at least itu tante dan bude gue. ayah sendiri hanya cerita alakadarnya saat setiap kali ada pembahasan yang membawa era Bung Karno di tv. jangankan Mbah yaa.. cerita masa muda Ayah sendiri aja jarang -_-.

Mbah Kakung sendiri adalah sosok yang keras terkenal galak banget. pokoknya pake banget, dan itu bikin cucu-cucunya merasa enggan klo bicara lama-lama sama Mbah Kakung, karena sudah pasti akan merembet kemana2 dari bertanya soal pendidikan kemudian mengoreksi pendidikan kita mulai dari apa yang kita pilih hingga tentang kegiatan apa yang sedang kita lakukan dan apa yang di dapat dari kegiatan tersebut. mau bukti? contohnya, saat ade sepupu memilih jurusan komunikasi saat lulus SMA nanti Mbah mengkritik pilihannya tersebut “kenapa pilih komunikasi? itu jurusan buangan kamu tau” hahaha gak ada yang salah dengan jurusan tersebut, pada saat ini memilih jurusan selalu di ikuti dengan passion beda dengan jaman dulu (mungkin) selalu dilihat prospek kerja untuk kedepannya. sebenarnya niatnya baik, Mbah Kakung sendiri hanya menyayangkan kenapa harus jurusan tersebut disaat Mbah tau kualitas ade sepupu bisa lebih dari itu.
dari sebagian kakak2 dan ade2 sepupu yang terkadang merasa takut untuk ngobrol dengan Mbah Kakung mungkin cuma gue yang ngerasa enjoy ngobrol dengan beliau, karena gue merasa banyak kesamaan antara gue dan beliau. beliau suka banget baca buku, so do I. semua buku beliau baca, dari buku Perancis, Belanda dll. selain itu mungkin karena gue sosok yang haus akan cerita2 pengalaman (saksi hidup) di jaman saat seseorang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. agak njelimet ya sis bahasa gue, but the fact gue memang menaruh interest lebih di hal-hal yang berbau army/kisah perang. (dalam Film)

Tahun ini Mbah Kakung berumur 93 tahun, dan Alhamdulilah masih cukup sehat untuk “memarahi” anak-anaknya/cucu-cucunya :p. just kidding.
tanggal 8 kemarin seperti the best day banget karena biasanya saat ada kesempatan ngobrol berdua dengan Mbah Kakung beliau selalu mendominasi pertanyaan, “gimana kabar kamu? gimana kegiatan kamu?, gimana gimana gimana?” dan gue hanya punya 2 pertanyaan dan 1 statement setiap kali ketemu Mbah Kakung,
“Mbah  apa kabar? Sehat?” dan “duh ini masih ganteeng  Mbahh hahaa”. dan Mbah selalu tersipu setiap kali gue beri compliment :D.

semua bermula dari beliau yang menanyakan tentang buku apa yang sedang gue baca akhir-akhir ini kemudian merembet ke cerita jaman Mbah Kakung muda.
Buku Pulang dari Leila S. Chudori adalah penyebabnya, sebuah buku sastra terbaik di tahun 2013 .  mengangkat fakta politik di Indonesia pada tahun 1968 dan tahun 1998 yang dikemas secara fiksi tetapi dengan fakta politik pada tahun tersebut. sungguh buku yang menarik!! mengangkat suara kebebasan dan cinta terhadap tanah air. mungkin nanti gue akan review buku tersebut disini, karena buku tersebut wajib banget buat di kulik.
Mbah agak terkaget2 mendengar bacaan gue yang agak berat (padahal ngga berat sama sekali), dia menanyakan buku jenis apa yang sering gue baca (sastra) kemudian mengacungi jempol dengan genre bacaan gue dan sedetik kemudian “memarahi” gue karena genre tersebut.

“jangan kebanyakan baca sastra, nanti hidupmu mengkhayal mulu! sekali2 lah kamu baca buku Ilmiah seperti Mbahmu ini. katanya kamu mau ambil psikologi dalam beberapa tahun kedepan, nah baca itu buku2 ilmiah tentang psikologi. seperti Mbah membaca buku2 ilmiah dari perancis dan belanda. ilmu Mbah ini adalah ilmu otodidak, Mbah rajin membaca buku dari luar. sebagai seorang asisten Menteri mbah dituntut untuk berwawasan luas, kamu tau mbah tidak kuliah tetapi tulisan mbah dipakai untuk pidato beberapa Menteri. saat umur Mbah 25-26 tahun mbah satu2nya sipil yang berpidato dengan Jendral Ahmad Yani, saat itu pangkatnya masih Mayor. mbah masih ingat betul saat selesai berpidato para ABRI menjabat tangan mbah tanpa henti.
Mbah kenal dengan Bung Karno dan selalu berdiri dibelakang beliau saat rapat dengan para menteri.

Mbah dengar kamu sedang ingin mencoba ambil kedokteran?
gak perlulah kamu mencoba menjadi seorang Dokter karena biaya menjadi Dokter sungguh tinggi, psikologi bagus tetapi juga cukup melelahkan. apapun yang akan kamu pilih kelak jalani dengan sungguh2 tetapi jangan ngoyo
(ngotot), dan satu lagi mbah baca artikel kamu di Kompas. Mbah gak nyangka kamu bisa masuk koran”

kurang lebih seperti itu percakapan gue dengan mbah, memang tidak full tapi ini cukup membuat rasa penasaran gue terobati. menjadi seseorang yang aktif dalam dunia politik di eranya cukup membuat Mbah dan keluarga (ayah, bude,pakde, tante) terkena “dampak” orde baru yang kalau gue ceritakan akan makan waktu yang Allahuakbar gak kelar2. pernah suatu waktu Ayah cerita kalau Mbah Kakung pernah di minta untuk menjadi penasihat pembangunan Universitas Bung Karno tetapi Mbah Kakung menolak karena alasan trauma.
satu hal yang gak akan gue pernah lupa saat Tante dan Ayah gue cerita kalau gue memiliki darah seorang penulis dan darah seorang ningrat (dari Mbah Putri. but that’s not the point), memiliki darah seorang penulis terdengar cukup keren untuk gue haha. well, kali ini gue benar2 merasa kalau Mbah Kakung itu adalah Ayah dan Ayah itu adalah Gue. terlalu banyak kesamaan antara kami.

So proud of these men.

(REVIEW) Novel Ayah – Andrea Hirata

Cover_Ayah

Judul: Ayah
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang Pusaka
Terbit: Juni
Tebal : 412 Halaman

I’m starting to write again after a long time never check my blog even it just for looking my homepage. actually I want to start writing by a couple month ago but my “males” always won lol , kidding, i’m too busy for doing ‘this’ and I think write about my daily-life is just too abg and I’m not in that circle again. no offense. some people still doing that.

so what is bring me to here? that book, Ayah by Andrea Hirata. kali ini gue pengen banget ngereview sebuah buku, hal yang jarang gue lakukan, buat sebagian orang mereview sebuah buku adalah hal yang wajib (I did) tapi untuk gue porsi reviewnya lebih kecil; posting di path dengan beberapa point-point itu saja sudah cukup, menurut gue “menyantap” sebuah buku adalah hal pribadi. terdengar egois ya seperti gak mau sharing. but I have some reason for this, first, gak semua orang suka baca buku. second, gak semua akan excited saat kita ngebawel tentang buku even mereka yang nanya. pas kelar cerita semua akan jadi angin lalu, dan gue gak suka. so better I keep it to myself . but for this time I have to write something about this book. banyak banget perasaan yang gue dapet dari buku ini.wuff

Ayah, buku ini gue beli Juni 2015 dengan sistem PO. beberapa penulis memang sering melakukan sistem ini, dengan jadwal terbit lebih awal dari sebagai mana mestinya (keluar lebih dulu sebelum lauching resmi) dengan hadiah tanda tangan, I bought this book at BukuBukuLaris.com . Ayah

so here we go..
buku ini menceritakan tentang Sabari, sosok pria lugu yang amat sangat sederhana. I love him :). awalnya saat memutuskan untuk membeli buku ini karena tertarik dengan kata “Ayah”. Ayah sosok yang paling gue sayang even I never told him what I feel inside tapi setiap dengar kata Ayah gue punya sesuatu yang luar biasa susah dijelaskan, perasaan luluh yang bikin tenang. hanya karena “Ayah”.
ekspektasi gue tentang buku ini langsung mengarah ke sebuah pengorbanan. penuh haru biru, nangis sana nangis sini but the fact I was wrong, buku ini amat sangat menyenangkan. Andrea Hirata selalu sukses membuat gue tertetawa terbahak-bahak atau hanya sekedar tersenyum simpul karna ngerasa “how cute.. <3”.
tapi itu gak bertahan lama karna terbukti gue berhenti baca buku ini setelah setengah jalan karna gak sanggup ngelanjutin, rasanya tuh kayak kesel setengah mati sama Pak Andrea. klo bapak baca tulisan ini pertama2 saya mau minta maaf klo inggris saya berantakan, maklum anak singkong, malu sama lulusan perancis. kedua, bisa-bisanya Bapak ini mempermainkan perasaan saya, bagaimana bisa Bapak ngebuat saya tertawa setengah mati hanya karena tingkah Sabari yang selalu mengalungkan medali karyawan terbaik di pabrik batako milik Markoni hanya untuk menarik perhatian wanita (Marlena) lalu kemudian ngebuat saya menangis gak karuan karna tingkah Sabari yang benar-benar tulus hanya mencintai 1 wanita selama hidupnya dan tidak pernah dicintai kembali? Pak, pleaselah.. jangan mainin perasaan saya…..

buku ini sukses bikin gue gak tertarik untuk membacanya lagi karena terbukti 4 bulan dari awal Juni gue diemin. diem2an banget, kayak kondisi kita. -.-
untuk pertama kalinya gue merasa penasaran dengan ending sebuah cerita tapi gak sanggup untuk ngelanjutin baca, semacam ada rasa sakit yang siap untuk melahap.

pertengahan Oktober saat gue merasa gak adil dengan novel ini karena dalam 4 bulan gue sudah baca 2 buku baru dan sukses gue tamatin, but for this book.. jangan harap, liat covernya aja males :(.

Sabari sosok pria lugu yang memiliki rasa tulus yang luar biasa, he gives everything he has even he has nothing to give. Sosok Ayah yang memiliki perasaan kasih yang gak bisa digambarkan dengan kata-kata.

Buku ini mengajarkan gue tentang 3 hal, yaitu, Cinta, Persahabatan dan Ketulusan. kisah Sabari sendiri ngebuat gue mikir cinta itu memang butuh untuk dipelihara, di jaga dan diperjuangkan. kita sendiri yang memutuskan mencintai orang lain seperti apa. Entah itu mencintai tanpa pernah memiliki, mencintai tanpa pernah di cintai, atau memilih untuk berhenti saja, atau menyimpannya dan menjaganya dalam hati dari kejauhan. Hanya kita yang tau akan mencintai orang lain seperti apa, sebatas apa..

Beberapa Hal yang Mesti Kau Catat lalu Kau Baca Saat Merasa Sendiri

one of the most touching posts :)

Opera Aksara

Ada yang diam-diam ingin disapa olehmu. Percayalah.

Ada yang mengharap pertemuan kedua, setelah matamu mendarat di matanya, tanpa aba-aba. Ada yang setiap hari terbangun buru-buru, demi sebuah frasa โ€˜Selamat pagiโ€™ dari bibirmu. Ada yang tak pernah berhenti mencatat. Sebab, setiap kalimatmu adalah peta. Ia tak mau tersesat.

Ada mata yang berbinar sempurna dalam tunduk sipu, tiap kau sebut sebuah nama, miliknya. Ada yang mengembangkan sesimpul lengkung di bibirnya, di balik punggungmu, malu-malu. Ada yang memilih terduduk saat jarakmu berdiri dengannya hanya beberapa kepal. Lututnya melemas, tiba-tiba. Ada yang tak pernah melepas telinganya dari pintu. Menunggu sebuah ketukan darimu.

Ada yang dadanya terasa berat dan kau tak pernah tahu, saat kau tak tertangkap matanya beberapa waktu. Ada yang pernah merasa begitu utuh, setelah kaki-kaki menjejak jauh darinya. Sekarang, runtuh.

Ada yang diam-diam mendoakanmu, dalam-dalam.

Percayalah.

[Pondok Indah, 9 Februari 2012]

View original post